Perintah untuk membuka layanan Gemini dan data pencarian kepada pesaing menjanjikan kompetisi, tetapi juga menguji apakah akses dapat diberikan tanpa mengorbankan riwayat pencarian yang sangat pribadi.

Google menggugat dua perintah Uni Eropa berdasarkan Digital Markets Act. Perintah itu meminta perusahaan membantu pengembang AI memakai layanan yang tersedia bagi Gemini dan memberi pesaing mesin pencari akses ke data pencarian. Google menilai perlindungan anonimisasi belum memadai, sementara Komisi Eropa menyatakan keamanan dan data pribadi telah dipertimbangkan.

Kompetisi bertemu dengan data sensitif

Data pencarian adalah bahan strategis untuk memperbaiki relevansi dan melatih layanan baru. Namun, pertanyaan tentang kesehatan, hubungan, atau keuangan dapat mengungkap identitas meski nama dihapus. Perselisihan ini menunjukkan bahwa kewajiban interoperabilitas membutuhkan teknik anonimisasi, batas penggunaan, dan audit yang lebih kuat daripada sekadar menyerahkan dataset.

Pasar yang lebih terbuka hanya bernilai bila pengguna tidak membayarnya dengan hilangnya privasi.

Mengapa topik ini penting?

Putusan pengadilan dapat menentukan seberapa jauh regulator boleh memaksa platform dominan berbagi keunggulan data. Akses terlalu sempit mempertahankan hambatan masuk, sedangkan akses terlalu luas dapat menciptakan jalur baru untuk pelacakan. Hasilnya akan memengaruhi desain produk AI, mesin pencari, dan standar perlindungan data di luar Eropa.

Pelajaran bagi Indonesia

Regulator Indonesia perlu memisahkan portabilitas layanan dari keterbukaan data pribadi. Kewajiban berbagi sebaiknya disertai pengujian risiko identifikasi ulang, pembatasan tujuan, pencatatan akses, dan sanksi yang jelas. Perusahaan juga perlu menjelaskan kepada pengguna data mana yang dapat berpindah ketika layanan terhubung ke penyedia lain.