Kenaikan produktivitas sekitar satu persen dalam lima tahun dapat menjadi dorongan penting, tetapi manfaatnya berisiko terkonsentrasi pada negara, perusahaan, dan pekerja yang lebih siap.

Makalah IMF untuk menteri keuangan Uni Eropa memperkirakan AI dapat meningkatkan produktivitas kawasan. Sekitar 60 persen pekerja di ekonomi maju Eropa berada pada pekerjaan yang sangat terekspos AI, baik untuk membantu maupun menggantikan sebagian tugas.

Kesenjangan kesiapan menentukan hasil

Negara dengan modal, talenta, energi, dan perusahaan teknologi kuat berpotensi mengambil manfaat lebih cepat. Negara lain dapat tertinggal. Pusat data juga menambah tekanan listrik, sementara ketergantungan pada teknologi AS dan China menciptakan risiko strategis.

Produktivitas AI menjadi manfaat publik hanya jika infrastruktur, keterampilan, dan peluang tersebar lebih merata.

Mengapa topik ini penting?

Proyeksi pertumbuhan mudah menarik perhatian, tetapi transisi kerja dan biaya energi menentukan penerimaan masyarakat. IMF mendorong pasar tunggal Eropa, jaringan energi lintas negara, dan industri AI regional agar manfaat tidak terpecah.

Relevansi bagi Indonesia

Indonesia menghadapi kesenjangan digital antardaerah dan perusahaan. Pelatihan harus terhubung ke pekerjaan nyata, sementara jaringan listrik dan pusat data perlu dibangun dengan biaya transparan. Ukuran keberhasilan mencakup produktivitas pekerja, kenaikan pendapatan, serta penyebaran adopsi di luar perusahaan besar.