Kesalahan sitasi bukan satu-satunya risiko. Jika pekerjaan dasar terlalu cepat dialihkan ke AI, generasi baru profesional dapat kehilangan proses yang membentuk penilaian dan tanggung jawab mereka.

Hakim federal Amerika Serikat Arun Subramanian memperingatkan penggunaan AI yang tidak hati-hati dapat merugikan klien dan menghambat pendidikan pengacara junior. Peringatan mengikuti dokumen perkara hak cipta yang memuat rujukan hukum keliru dari alat AI.

Keterampilan dibangun melalui pekerjaan nyata

Menulis draf, memeriksa sumber, dan menyusun argumen bukan sekadar tugas administratif. Proses tersebut melatih kemampuan membedakan fakta, preseden, dan strategi. AI dapat mempercepat riset, tetapi tidak boleh memutus rantai pembelajaran itu.

Verifikasi bukan pekerjaan tambahan; ia adalah inti dari kompetensi profesional.

Mengapa topik ini penting?

Kasus ini menunjukkan kebijakan internal saja tidak cukup jika tidak disertai desain alur kerja, pemeriksaan berlapis, dan tanggung jawab yang jelas. Firma juga perlu menilai kapan penggunaan AI membantu dan kapan pekerjaan manual justru penting untuk pelatihan.

Pelajaran bagi Indonesia

Firma hukum dan profesi berisiko tinggi di Indonesia perlu mewajibkan pemeriksaan sumber primer, mencatat penggunaan AI, dan menentukan penanggung jawab manusia. Program junior harus tetap memberi ruang untuk menyusun serta mempertahankan analisis mereka sendiri.